Setup Menus in Admin Panel

Karya Propaganda AntiKorupsi Non Video Tahun 2014

Berikut ini adalah nominasi dan pemenang kompetisi propaganda AntiKorupsi 2014 yang bekerja sama dengan komunitas PEMANTIK (Pemuda AntiKorupsi) dengan kategori Fotografi, Poster, Komik, Essai, Naskah Drama dan Puisi yang bertemakan Patriot Anti Korupsi Berawal dari Kampus.

A. Fotografi

Budaya Mencontek Awal dari Korupsi

fotografi-amalia-nurul
[Finalis] Amalia Nurul (Fak. Komunikasi Bisnis – S1 Ilmu Komunikasi)

Keep Positive Mental Attitude

fotografi-kurnia-b
[Finalis] Kurnia Bintoro (Fak. Ilmu Terapan – D3 Tek. Informatika)

Jauhi Korupsi

fotografi-husnan-fajlu
[Juara 3] Husnan Fajlu (Fak. Ilmu Terapan – D3 Tek. Komputer)

Pahlawan Kecil

fotografi-m-damba
[Juara 2] Mohamad Damba (Fak. Informatika – S1 Tek. Informatika)

Belajar Jujur

fotografi-m-rizki
[Juara 1] Muhammad Rizki (Fak. Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)
B. Poster

Hentikan Langkah Sarjana  “Korupsi”

poster-amran
[Finalis] Amran (Fak. Ilmu Terapan – D3 Manajemen Informatika)

Corruption Starts Early

Tamara Yoandianissa (Fak. Industri Kreatif – S1 Desain Produk)
[Finalis] Tamara Yoandianissa (Fak. Industri Kreatif – S1 Desain Produk)

Ayo Berantas Bibit Kotor

poster-rizky-prima
[Juara 3] Rizky Prima Nugraha (Fak. Komunikasi Bisnis – S1 Ilmu Administrasi Bisnis)

Generasi Emas Anti Korupsi

M Rifqi Muthohar (Fak. Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)
[Juara 2] M Rifqi Muthohar (Fak. Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

Butterfly Effect

poster-m-fajar-s
[Juara 1] M Fajar Shidiq (Fak. Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)
C. Komik

Patriot Kampus

Prabowo Satria (Fak. Teknik Elektro – S1 Sistem Komputer)
[Juara 1] Prabowo Satria (Fak. Teknik Elektro – S1 Sistem Komputer)
D. Essai

KEMBALILAH JIWA PATRIOTMU, MAHASISWA

 

Ketika kita melihat acara televisi terutama berita, sepertinya kejenuhan akan muatan  yang monoton sudah mencapai titik maksimumnya. Isi berita yang itu-itu saja menjadikan kita kadang acuh dengan pemberitaan yang ada. Berita yang mewartakan korupsi para petinggi negara, bahkan aparat penegak hukum adalah yang paling sering menghiasi layar kaca. Kini korupsi bukanlah hal tabu, bahkan seperti menjadi trend dikalangan para pemegang kuasa negeri ini. Setiap hari ada nama baru yang ditangkap oleh KPK yang disinyalir sebagai tersangka kasus korupsi, entah korupsi hambalang, korupsi ongkos naik haji, atau kasus korupsi kuota impor daging sapi..,

[Finalis] Kembalilah Jiwa Patriot – Astri Desiana (Fak. Rekayasa Industri – S1 Teknik Industri)

Kaki-Kaki Langit Melawan Korupsi

 

Secara terbuka kita dapat membaca, mendengar dan menyaksikan dengan pandangan kritis, bahwa Indonesia sebagai tanah gemah ripah loh jinawe, kesejahteraan telah men-tanah air di negeri ini. Sejatinya, dengan sumber daya sedemikian rupa, Indonesia sudah sejahtera sebelum manusianya melakukan apapun, faktanya, justru negeri ini terpuruk secara ekonomi, kesejahteraan tercederai dengan maraknya tindakan korupsi. Tidak perlu jauh berfikir, korupsi tidak saja berkaitan dengan pejabat, korupsi hadir dan bergelut dalam keseharian kita, mahasiswa! Sadarkah segala bentuk ketidakjujuran..,

[Finalis] Kaki Langit Melawan Korupsi – Bethary Estetika (Fak. Komunikasi Bisnis – S1 Ilmu Komunikasi)

Memberantas Perilaku Korupsi untuk Ibu Pertiwi

 

Indonesia merupakan sebuah negara yang tersusun atas pulau -pulau, beribu-ribu kebudayaan, bahasa, agama, serta kekayaan alam yang tidak ada habisnya. Berbagai suku bangsa menempati negara ini, menempati posisi sebagai pemimpin yang seharusnya mengayomi rakyat. Namun keyakinan rakyat disalahgunakan, tidak seperti apa yang dijanjikan. Generasi yang diharapkan saat ini adalah para pemuda, dimana peran mereka sangat bergantung untuk kemajuan bangsa dan negara. Ketika berbicara tentang perubahan, Indonesia pernah mencatatkan sejarah dimana pelopornya adalah para pemuda, seperti pendesakan kemerdekaan oleh golongan muda terhadap golongan tua, juga seperti penggulingan rezim presiden Soeharto oleh mahasiswa…,

[Finalis] Memberantas Perilaku Korupsi untuk Ibu Pertiwi – Rahmat Faisal W (Fak. Teknik Elektro – S1 Tek. Elektro)

Korupsi Bukan Budaya Kami di Kampus

 

Korupsi, siapa yang tidak mengenal kata korupsi? Bahkan siswa SD pun mengetahuinya dan mampu menjabarkan  bahwasannya korupsi adalah hal yang tercela dan  tidak baik untuk di lakukan. Lantas korupsi bukanlah hal asing lagi bagi kita selaku mahasiswa, bukan. Di Indonesia kasus-kasus korupsi seolah sudah menjadi fenomena sosial yang sulit di berantas karena sudah begitu menbudaya. Kasus korupsi sudah merajalela di seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya petinggi Negara saja yang melakukan tetapi kalangan masyarakat bawah bahkan generasi muda saat ini juga melakukannya. Korupsi bisa terjadi karena mental generasi muda yang ‘bobrok’, kurang bisa bersikap, dan tidak disiplin. Jika generasi mudanya seperti ini bagaimana Negara kita besok?. Berikut adalah cerminan sederhana, jika Generasi muda Indonesia bicara korupsi, dengan sigap dan percaya diri mereka berkata “Saya Anti Korupsi!”, tetapi yang sering terjadi berlainan, yaitu “Saya Nanti Korupsi!”…,

[Finalis] Korupsi Bukan Budaya Kami di Kampus – Reicka Sofi A R (Fak. Rekayasa Industri – S1 Sistem Informasi)

IMPLEMENTASI INTEGRITAS DAN PEMBERANTASAN KORUPSI DI
LINGKUNGAN INSTITUSI PENDIDIKAN

 

Korupsi ? Kolusi ? Nepotisme ? adalah satu rangkaian kejahatan yang harus kita berantas bersama-sama . Korupsi adalah perbuatan seseorang atau sekelompok orang karena jabatan atau kewenangannya mengeruk keuntungan materi untuk keperluan pribadi atau kelompoknya dari materi yang seharusnya untuk kebutuhan rakyat atau Negara. Terlalu banyak rasanya pada dewasa ini media cetak maupun elektronik memberitakan tentang korupsi yang dilakukan para politisi , birokrat , dan pegawai pemerintahan…,

[Finalis] Implementasi Integritas dan Pemberantasan Korupsi di Lingkungan Institusi Pendidikan – Fadhil Hafizh A (Fak. Ilmu Terapan – D3 Manajemen Informatika)

Anti Korupsi; Berawal dari Kampus

 

Korupsi; itulah kata yang tidak pernah luput dari berita sehari-hari. Dalam seminggu saja dapat kita temukan berbagai macam berita tentang korupsi, mulai dari korupsi tingkat daerah sampai korupsi kelas kakap yang melibatkan pejabat negara dan wakil rakyat, dari korupsi yang melibatkan dana ratusan ribu hingga yang menghabiskan kas negara yang berjumlah trilyunan, dan itu semua masuk kedalam kantong pejabat-pejabat egois yang mementingkan kepentingan pribadi dan golongan dibandingkan kepentingan masyarakat..,

[Finalis] AntiKorupsi Berawal dari Kampus – Darma Satya (Fak. Ekonomi Bisnis – S1 Manajemen)

Vaksin Korupsi itu Bernama Kampus

 

Korupsi. Untuk kesekian kali terdengar dalam kelas yang mengambil mata kuliah Tugas Akhir (TA). Korupsi itu sendiri adalah salah satu bentuk perbuatan tidak jujur dan menguntungkan sepihak. Yang mencengangkan, mahasiswa yang ditekankan untuk tidak melakukan korupsi, seperti penulisan  landasan teori dalam Tugas Akhir. Misalnya jika mengutip dari literatur harus disertakan sumbernya. Lebih mengherankan lagi, yang ditekankan mahasiswa yang nota bene merupakan pemuda intelektual penerus bangsa…,

[Juara 3] Vaksin Korupsi itu Bernama Kampus – Desepta Isna U (Fak. Informatika – S1 Tek. Informatika)

KORUPSI YANG DIHALALKAN

 

Indonesia merupakan sebuah negeri yang mendambakan bebas dari korupsi akan tetapi cita-cita tersebut hanya dikerjakan dengan setengah hati. Sejak masalah korupsi dimasukkan dalam ketetapan MPR di awal reformasi, hasil kerja pemerintah yang berkuasa sepanjang era ini dapat diambil kesimpulan hanyalah sebuah suguhan tontonan yang klasik bagi bangsa ini karena dari mulai pemerintahan B. J. Habibie, Abdurrachman Wahid, Megawati, sampai Susilo Bambang Yudhoyono tidak ada prestasi yang cukup dinilai baik dalam ukuran nasional tentang pemberantasan korupsi. Mengutip dari salah satu ucapan Bung Hatta, 1970, yang menyatakan, “korupsi sudah menjadi bagian dari budaya kita”..,

[Juara 2] Korupsi yang Dihalalkan – Dani Aji Pratama (Fak. Rekayasa Industri – S1 Teknik Industri)

GENERASI PLAGIAT

 

Aku hidup di sebuah negeri. Negeri yang dijuluki “Macan Asia”. Siapa tak tahu macan? Binatang buas yang memiliki kekuatan untuk menjadi raja rimba. Negeriku juga sering disebut-sebut sebagai “Heaven on Earth”. Siapa yang enggan hidup di surga? Sebuah tempat yang menjanjikan kebahagiaan bagi siapapun penghuninya. Negeriku memang indah juga kaya. Negeriku ini bernama Indonesia…,

[Juara 1] Generasi Plagiat – Fitra Ariffanto (Fak. Teknik Elektro – S1 Tek. Elektro)

E. Naskah Drama

Gitaris amatir

 

Di sekretariatan BMO (Baru Masuk Oreintasi), Gisela datang membawa gitar.
Khansa : aduhhh… print berapa kali salah, datang ke Bagian Kemahasiswaan (BK) mesti dana di kurangin terus. [di depan computer]
Gisela : Khansa ajarin gua main gitar dong. [sambil memetik sinar gitar]
Khansa : ok.. bentar ya gua lagi edit proposal kegiatan nih [ wajah kesal]
Gisela : emang kenapa yang salah cantikk?
Khansa : soal dana kegiatan selalu minta di kurangin gitu.

[Finalis] Gitaris Amatir – Epo Ilham Ajiprasetyo (Fak. Teknik Elektro – S1 Tek. Elektro)

Karmaphala

 

Ujian berlangsung begitu tenang, sampai terdengar suara gaduh dari depan meja Raka.

Raka : Shht.. Lo ngapain?
Morgan : Berisik lo, udah lo diem aja.
Raka : Lo nyontek ya? Itu apaan yang lo pegang? Kertas’contekan?
Morgan : Apa sih, udah ah bawel lo!
Raka : Itu apaan? Kertas apa? (berusaha merebut kertas yang digenggam Raka)
Pengawas : Kalian yang di belakang! Ada apa? Apa yang kalian ributkan?
Raka : Ini Bu, Morgan nyontek!
Morgan : Nggak Bu, ini cuma kertas coret coretan kok.
Pengawas : Mana sini saya lihat! (mengambil kertas yang dipegang Morgan) Apa ini? Kamu berusaha untuk mencontek? Ikut dengan saya sekarang juga!
Morgan : Tapi Bu..Itu bukan.. (diseret dengan paksa menuju keluar kelas) Di ruangBK..
Pengawas  : Permisi Bu, ini saya membawa siswa yang ketahuan membawa kertas jawaban, Ujian Nasional.

[Finalis] Karmaphala – Widya Rizky N (Fak. Ekonomi Bisnis – S1 Manajemen)

KESEMPATAN

 

Ruang kantin masi lengang, karena jam baru menunjukkan pukul 8.30 pagi. Disana terlihat Regina termenung dan tiba-tiba datanglah Puti yang mengejutkan Regina
Puti : (Sambil berlari, menepuk bahu Regina dari belakang) “Hey!” (Spontan Puti mengerutkan dahi, karena Regina tampak acuh tidak seperti biasanya)
Regina : (Menoleh ke arah Puti dan tersenyum hambar)
Puti : “Kenapa Re? tumben lesu…”
Regina : (Agak malas menyahut) “Aku lagi ada masalah Put, dan rasanya aku benar -benar
malu…”
Puti : (Penasaran) “Masalah apa Re? Sepertinya serius sekali..”
Regina : (Berusaha santai) “Ya… cukup serius sih Put..”
Puti : (Sambil berusaha menenangkan Regina) “Kalau kamu masih menganggap aku sahabat kamu, ceritakanlah. Apa yang sebenarnya terjadi?”
Regina: (Agak malu) “Mmm… Uang UKM kita yang 8 juta hilang itu… aku yang memakai
Put..”

[Juara 3] Lawan Ajakan Sepele Untuk Korupsi (Kesempatan) – Ratriaprasti Salsabiela (Fak. Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

Emon Si Tikus Kecil

 

andalannya. Buru-buru ia gas Vespa birunya, pukul 09:30 kuliah sudah dimulai. Tretetetetetetetetetett……treteteretetert….(suara vespa melaju kencang ) “Priiiiiiiiiiittttttttt………………………….”(Suara peLuit panjang memberhentikan vespanya ditengah jalan kota)

Polisi :“Maaf dik hari ini ada operasi, adik mau kemana?”
Emon :” Pak perhatian banget sama saya, bapak saya aja tadi ngga nanyain saya mau  kemana?”
Polisi :”Masalahnya kamu ngga pake helm dik ,  silahkan tunjukan SIM dan KTP adik!”(Pak polisi menadah dengan nada tegas)
Emon : (Kaget ternyata dia baru sadar dia tidak memakai helm) ”KTP? Buat apa pak?”
Polisi :”Maaf maksud saya STNK…” (sedikit maLu)
Emon :”…… “(muka jelek sambil menahan tawa)
Polisi :”Mana ?”(sedikit menggertak karena melihat Emon agak panik)
Emon :”Pak dompet saya ketinggalan, tadi saya buru-buru pak, pak ijinin saya ya pak, kampus saya dekat tuh di seberang jalan, ngga apa ya pak? Baru sekali ini saja saya ngga pake helm,”(memohon dan menunjukan arah kampusnya)
Polisi :”Jadi kamu mahasiswa? Universitas mana aturan laLu lintas kamu tidak tau? Ngga pake helm, SIM dan STNK tidak bawa lagi …”

[Juara 2] Emon Si Tikus Kecil – Yunita Khumaeroh (Fak. Ilmu Terapan – D3 Tek. Informatika)

Generasi Muda Cermin Karakter Bangsa

 

Saman : “seharusnya ibu dan bapak tidak usah mengantar saman ke sini. Ini hanya membuang uang lebih banyak lagi pak, bu. Mana bapak kan juga kalo perjalanan jauh pasti ntar pas pulang masuk angin”
Bapak : “hus! Sembarangin! Sudah kamu nggak usah mikirin masalah uang nak. Tugas kamu di sini hanya belajar, belajar, dan belajar. Bapak rela pinjam sana-sini, cuma makan nasi sama garam (sama kerupuk kalo ada), bapak rela melakukannya asal kamu bisa kuliah.”
Saman : “sembarangan pak. yah bapak jangan ngomong gitu dong, Saman kan jadi ngerasa bersalah pak. Bapak sama ibu nanti kalau nggak punya uang buat makan, jual aja si jenggo, jabrik, sama jambrong. Gapapa.”
Bapak : “kamu kalau ngomong jangan sembarangin gitu. Masa dijual? Mana tega kami jual si jenggo, jabrik, sama jambrong. 3 ayam warna warni yang lucu dan menggemaskan itu….”
Saman : “harus berapa lagi Saman bilangin pak?”
Bapak : “tidak Saman, tidak. Mereka kan ayam-ayam kesayangan kamu dari kamu kelas 3 SD.”
Bapak : “bukan itu pak. Harus berapa kali Saman bilang “sembarangan” pak, bukan “sembarangin”….”

[Juara 1] Generasi Muda Cermin Karakter Bangsa – Sofia Nafila P (Fak. Teknik Elektro – S1 Tek. Telekomunikasi)

 

F. Puisi

KETIKA AKU MULAI MENUA

 

Teruntuk putra putri ku tercinta

Kuberika sebuah berita

Bahwa aku mulai menua

Apa kau tertawa?

Aku hanya mengingatkanmu saja

Barangkali engkau lupa

Bahwa aku mulai menua

[Finalis] Ketika Aku Mulai Menua – Nuzul Hesty Pranita (Fak. Teknik Elektro – S1 Tek. Fisika)

BAPAK, ANAKMU PULANG MEMBAWA HUTANG DARAH

 

“Bapak, anakmu lulus dan pulang….”

“membawa hutang darah….”

 

Menyimak warta berita tengah malam

Tentang nuansa Indonesia Raya

Kota-kota gesit bersilih, oleh asap pekat dan ceracau

serta sumpek oleh salon-salon

barangkali untuk memoles muka-muka dan tipu para cukong

agar terlihat meyakinkan di panggung

[Juara 3] Bapak, Anakmu Pulang Membawa Hutang Darah – M Hafidz Al Farabi (Fak. Informatika – S1 Tek. Informatika)

Generasi Pelurus

 

Akhir perjalanan ibu pertiwi samar timbul

Tangan-tangan panjang penyambung asa kini memudar

Jeritan keluarga kami, tangisan adik kami

Menandakan tangan-tangan itu mulai bermain

Hingga entah berapa banyak butiran peluh yang memecah

Tangan-tangan itu tak mampu menjangkau derita yang mengaga di depan mata

[Juara 2] Generasi Pelurus – Adelia Nandira M D S (Fak. Ekonomi Bisnis – S1 Manajemen)

DARI KAMI YANG TERBARING MATI

 

Hai cucuku..

Apa kabarmu hari ini?

Aku harap tiada lagi peperangan mewarnai harimu

Tiada deru meriam menjadi lagu tidurmu

Cukuplah untuk kami semua itu

 

Bagaimana keadaan tanah yang aku banggakan?

Tanah yang aku perjuangkan sampai titik darah penghabisan

Sudahkan menjadi bangsa nomor satu?

Yang disegala bidangnya dibilang maju

[Juara 1] Dari Kami yang Terbaring Mati – Jalila Fauziyyah Zen (Fak. Teknik Elektro – S1 Tek. Fisika)

5 January 2017

0 responses on "Karya Propaganda AntiKorupsi Non Video Tahun 2014"

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top
© CTLE Telkom University. All rights reserved.
X