Setup Menus in Admin Panel

Karya Propaganda AntiKorupsi Non Video Tahun 2015

Berikut ini adalah nominasi dan pemenang kompetisi propaganda AntiKorupsi 2015 yang bekerja sama dengan komunitas PEMANTIK (Pemuda AntiKorupsi) dengan kategori Fotografi, Poster, Komik, Karya Tulis, Naskah Drama dan Puisi yang bertemakan Cegah Korupsi Dengan PRIME.

A. Fotografi

 Dapat salam dari orang jujur

[Finalis] Muhammad Arif Izzudin - Dapat salam dari orang jujur (Fakultas Industri Kreatif - S1 Desain Komunikasi Visual)
[Finalis] Muhammad Arif Izzudin – Dapat salam dari orang jujur (Fakultas Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

 RIP Koruptor

[Finalis] Andrian Rizaldy - RIP Koruptor (Fakultas Industri Kreatif - S1 Desain Komunikasi Visual)
[Finalis] Andrian Rizaldy – RIP Koruptor (Fakultas Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

Quality Time Together

[Juara 3] Husnan Fajlu Rizki - Quality Time Together (Fakultas Ilmu Terapan - D3 Teknik Komputer)
[Juara 3] Husnan Fajlu Rizki – Quality Time Together (Fakultas Ilmu Terapan – D3 Teknik Komputer)

Kukembalikan yang Bukan Hak Ku

[Juara 2] Winda Gina Nafisa Sukmana - Kukembalikan yang Bukan Hakku (Fakultas Industri Kreatif - S1 Desain Komunikasi Visual)
[Juara 2] Winda Gina Nafisa Sukmana – Kukembalikan yang Bukan Hakku (Fakultas Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

Semangat Membaca

[Juara 1] Dhiky Wahyu Santoso - Semangat Membaca (Fakultas Teknik Elektro - S1 Teknik Elektro)
[Juara 1] Dhiky Wahyu Santoso – Semangat Membaca (Fakultas Teknik Elektro – S1 Teknik Elektro)
B. Poster

 Gejala Korupsi Dini

[Finalis] Nadhilla Sabrina - Gejala Korupsi Dini (Fakultas Industri Kreatif - S1 Desain Komunikasi Visual)
[Finalis] Nadhilla Sabrina – Gejala Korupsi Dini (Fakultas Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

Tikus 

[Finalis] Irne Mabarti - Tikus (Fakultas Informatika - S1 Ilmu Komputasi)
[Finalis] Irne Mabarti – Tikus (Fakultas Informatika – S1 Ilmu Komputasi)

Hal Sederhana Membawa Korupsi

[Juara 3] Muhammad Hilmy An Nabhany - Hal Sederhana Membawa Korupsi (Fakultas Informatika - S1 Teknik Informatika)
[Juara 3] Muhammad Hilmy An Nabhany – Hal Sederhana Membawa Korupsi (Fakultas Informatika – S1 Teknik Informatika)

Discipline is Personal Responsibility

[Juara 2] Mamay Ismayadi Arahman - Discipline is Personal Responsibility (Fakultas Industri Kreatif - S1 Desain Komunikasi Visual)
[Juara 2] Mamay Ismayadi Arahman – Discipline is Personal Responsibility (Fakultas Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

HANCURKAN KORUPSI DENGAN PRIME

[Juara 1] NANDA TRI MAHAR - HANCURKAN KORUPSI DENGAN PRIME (Fakultas Komunikasi Bisnis - S1 Ilmu Komunikasi)
[Juara 1] NANDA TRI MAHAR – HANCURKAN KORUPSI DENGAN PRIME (Fakultas Komunikasi Bisnis – S1 Ilmu Komunikasi)
C. Komik

 Budaya Korupsi

[Finalis] Fahrizal Bimantara - Budaya Korupsi (Fakultas Teknik Elektro - S1 Teknik Telekomunikasi)
[Finalis] Fahrizal Bimantara – Budaya Korupsi (Fakultas Teknik Elektro – S1 Teknik Telekomunikasi)

Yang Bukan Haknya

[Finalis] MUHAMMAD RIFQI MUTHOHAR - Yang Bukan Haknya (Fakultas Industri Kreatif - S1 Desain Komunikasi Visual)
[Finalis] MUHAMMAD RIFQI MUTHOHAR – Yang Bukan Haknya (Fakultas Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

Korupsi 

[Finalis] YOGISTIRA POHAN - Korupsi (Fakultas Industri Kreatif - S1 Desain Komunikasi Visual)
[Finalis] YOGISTIRA POHAN – Korupsi (Fakultas Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

Modal Dong!

[Juara 3] Andri Alfriadi - Modal Dong! (Fakultas Ilmu Terapan - D3 Teknik Telekomunikasi)
[Juara 3] Andri Alfriadi – Modal Dong! (Fakultas Ilmu Terapan – D3 Teknik Telekomunikasi)

Memiskinkan Koruptor

[Juara 2] Anita Kartini - Memiskinkan Koruptor (Fakultas Industri Kreatif - S1 Desain Komunikasi Visual)
[Juara 2] Anita Kartini – Memiskinkan Koruptor (Fakultas Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)

(Tidak) Sadar Diri

[Juara 1] Nadhilla Sabrina & Thalhah Syahidulhaq Robbani - (Tidak) Sadar Diri (Fakultas Industri Kreatif - S1 Desain Komunikasi Visual)
[Juara 1] Nadhilla Sabrina & Thalhah Syahidulhaq Robbani – (Tidak) Sadar Diri (Fakultas Industri Kreatif – S1 Desain Komunikasi Visual)
D. Karya Tulis

MENGGALAKKAN KARYA TULIS ILMIAH DALAM LINGKUNGAN KAMPUS SEBAGAI AKTUALISASI PRIME DALAM UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI

 

Dalam upaya pemberantasan korupsi, diperlukan kerja sama semua pihak dan elemen masyarakat serta Mahasiswa khususnya. Dalam hal ini mahasiswa sebagai agent of change, iron stock, dan social control. Mahasiswa sebagai agen perubahan bahwasannya terbuka dengan segala perubahan yang terjadi di tengah masyarakat sekaligus menjadi subjek dan atau objek perubahan itu sendiri…,

[Finalis] Gede Teguh L – Menggalakkan Karya Tulis Ilmiah dalam Lingkungan Kampus sebagai Aktualisasi PRIME dalam Upaya Pencegahan Korupsi (Fakultas Teknik Elektro – S1 TT)

“SI JAGOAN” BOARD GAME SEBAGAI MEDIA PENCEGAHAN KORUPSI SEJAK DINI

 

Indonesia merupakan negara berkembang yang tumbuh dengan segala permainan politik di dalamnya. Berbagai praktek korupsi dilakukan oleh pejabat negeri ini. Transparency International menyebutkan bahwa posisi indonesia berada di urutan kelima negara terkorup dunia dari 146 negara yang diteliti.[2]Fenomena ini tentu menjadi keprihatinan tersendiri. Faktanya, generasi muda sudah mengenal tindak korupsi dalam bidang yang kecil seperti mencontek dan mengambil milik orang lain tanpa izin. Tindakan seperti ini bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya koruptor Indonesia. Padahal banyak cara untuk mengantisipasi tindak korupsi sejak dini. Pendidikan awal dari keluarga menjadi salah satu contoh pencegahan yang dapat dilakukan karena keluarga merupakan sekolah pertama yang dilalui oleh setiap manusia…,

[Finalis] SILMINA FARHANI KOMALIN & Farida – Si Jagoan Boardgame sebagai Media Pencegahan (Fakultas Teknik Elektro – S1 Teknik Telekomunikasi)

KECENDERUNGAN SIKAP APATIS TERHADAP PRIME SEBAGAI PENCEGAHAN KORUPSI

 

Fenomena korupsi sudah ada sejak manusia menata kehidupan dalam membentuk suatu organisasi atau kepentingan tertentu. Tingkatan korupsi berbeda-beda tergantung terhadap lingkungan yang dijalani Kebanyakan tidak mengetahui cara mengantisipasi atau mencegah tindakan korupsi. Langkah pemerintah yang taktis adalah desentralisasi. Cara mengatasi korupsi dengan pembagian kekuasaan atau penyebaran kekuasaan. Bila kondisi yang benar dan ideal terjadi, korupsi akan semakin sempit terja di dan pengawasan lebih mudah dan penanganan kasus korupsi pun lebih mudah. Selan itu ada juga langkah lain yaitu dengan PRIME (Professionalism, Recognition of Achievement, Integrity, Mutual Respect and Entrepreneurship). Pada dasarnya pencegahan dengan PRIME sudah dapat mengantisipasi tindakan korupsi yang terjadi. Akan tetapi sikap apatis yang timbul dari diri sendiri membuat pencegahan dengan cara tersebut kurang mampu untuk mengurangi tindakan korupsi…,

[Juara 3] Iqbal Maulana – Kecenderungan Sikap Apatis terhadap PRIME sebagai Pencegahan Korupsi (Fakultas Ilmu Terapan – D3 Komputerisasi Akuntansi)

PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI FUNDAMENTAL NEGERI

 

Korupsi secara bahasa berarti penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan atau sebagainya) untuk kepentingan pribadi. Salah satu penyebab terjadinya korupsi adalah terdegradasinya nilai-nilai moral pada masyarakat. Nilai moral seperti kejujuran, ketulusan dan saling menghargai semakin terkikis. Selain itu ada juga sifat terpuji yang disalahgunakan seperti toleransi. Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu faktor penyebab munculnya korupsi…,

[Juara 2] Fitra Ariffanto – Pendidikan Karakter sebagai Fundamental Negeri (Fakultas Teknik Elektro – S1 Teknik Elektro)

MENGATASI KORUPSI DARI HAL SEDERHANA

 

Korupsi adalah hal yang sangat dilarang di negara Indonesia ini dimana jika dilakukan akan merugikan seseorang bahkan dapat merugikan negara. Sudah banyak sekali kita mendengar tentang kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat pemerintahan. Setiap tahunnya jumlah kasus korupsi terus bertambah, seakan-akan tidak adanya usaha negara/pemerintah dalam mengatasi kasus tersebut…,

[Juara 1] Anbar Nisrina M & Ni Putu Ardey N W P – Mengatasi Korupsi dari Hal Sederhana (Fakultas Ekonomi Bisnis – S1 Akuntansi)

E. Naskah Drama

The Price of Being a Hero

 

Tiba – tiba seorang siswa beranjak dari kursinya, berdiri menggebrak meja.
Andy : Berisik!!
Seketika kelas menjadi hening.
Andy : Ayahku….bukan ayahku yang melakukannya!!
Pintu kelas terbuka, dan terlihat seorang pria berkacamata memegang sebuah buku masuk dari pintu tersebut, semua siswa pun beranjak ke tempat duduk masing – masing.
Danu : Selamat pagi anak – anak
Kelas : Pagi pak!
Danu : Hari ini kita akan melanjutkan pelajaran kita minggu lalu, Andre, kamu masih ingat kita belajar apa minggu lalu?
Andre : Kewajiban bela negara pak!
Danu : Benar sekali, dan kali ini bab yang akan kita bahas adalah tentang tindakan Korupsi Kolusi dan Nepotisme yang masih memiliki kaitan dengan bahasan minggu lalu, oh iya
Pak Danu berjalan ke arah Andy yang sedang duduk dengan wajah muramnya.

[Finalis] Adam Maulana Nugraha – The Price of Being a Hero (Fakultas Ekonomi Bisnis – S1 Akuntansi)

GoPay

 

Nadiem, mahasiswa perantau dari Jakarta yang sederhana namun bersahaja dan
tentunya mempesona seperti Anjasmara memulai kehidupan pertamanya sebagai
mahasiswa.

Guntur : “duuh seneng banget ya akhirnya OMB-nya beres. “Berbicara dengan aksen
tiongkok.
Nadiem : “Iya akhirnya kita resmi jadi mahasiswa. Eh supaya pertemanan kita ngga
berhenti sampe disini, gimana kalau kita bikin geng aja? Setuju ga?”
Angel, Annas : “ahh bener setuju banget!”
Guntur : “Nama geng nya apa ya kira-kira yang keren ?”
Angel : “Gue ada ide. Biar cetar membahana ulalaa, gimana kalua namanya chiaobellla”.
(sambil menjulurkan lidah ala-ala Syahrini).
Nadiem, Annas, Guntur : “WOOOO apaan tuh alay..”
Nadiem : “Gimana kalau kita namain geng kita geng PRIME. Sebagai doa juga supaya kita
selalu jadi mahasiswa yang unggul. Gimana?”
Annas, Guntur : “naaah setujuuu!!!. “
Angel : “Iya deh setuju. Yaudah aah, pulang yuk! Gerah nih pengen mandi. Udah lengket
banget.”
Semua : “Duuh encess yang lengket kepengen mandi.“ Sambil tertawa.

[Finalis] Sofia Nafila Putri & Sri M – GoPay(Fakultas Teknik Elektro – S1 Teknik Telekomunikasi)

RUANG KECIL

 

Donna : (menghadap kamera)
“Koruptor adalah Pencuri!
Koruptor adalah Teroris!
Koruptor adalah Perampok!
Koruptor adalah penghianat!
Koruptor adalah Kejahatan!
Koruptor adalah Kenistaan!
Marilah menjadi bangsa yang cerdas!
Mari bersama kita katakan TIDAK pada Korupsi!
Katakan TIDAK pada korupsi ! “ ( tangan mengepal )
Sutradara : “CUT ! Oke bagus sekali Bu Donna . “ (Bertepuk tangan)
Donna : “Terimakasih pak Erwin . Bagian saya hanya ini saja kan pak ?”
Sutradara : “Iya bu Donna , setelah selesai pengeditan hasilnya akan saya tunjukkan ke
ibu sebelum siap tayang .”
Di tengah syuting , seorang asisten masuk ke dalam ruangan dan menghampiri Donna.
Asisten : “Permisi ibu Donna ada wartawan dari ‘Nurani Rakyat’ yang mencari ibu .“
Donna : “Oh sudah datang rupanya, tolong dipersilahkan masuk. “
( 2 orang wartawan masuk ke ruangan )
Wartawan 1 : “Selamat siang ibu.. kami dari Harian ‘Nurani Rakyat’ yang dua hari kemarin
telah membuat janji untuk mewawancarai Ibu. Nama saya Dewi dan ini
rekan saya Marta . “
Donna : ( menyalami keduanya ) “Silahkan duduk , maaf kantor saya sedang ramai.”

[Juara 3] SILMINA FARHANI KOMALIN & Farida & Nurani F – Ruang Kecil (Fakultas Teknik Elektro – S1 Teknik Telekomunikasi)

Papa bukan koruptor, Nak!

 

Poli : “Mmm..mmmhh…hhmm.. (dalam keadaan tidur). Pak Kaligis… pak Gatot… bu Evi… bu Limpo.. pak Udar… pak Capella… pak Kaligis… pak Gatot… bu Evi… bu Limpo.. pak Udar… pak Capella.. Kenapa? Kenapa?”
Pak Awan : “Tok-tok-tok (mengetuk pintu). Nak… Ada apa? Sudah bangun? (lalu masuk ke kamar dan membangunkan Poli).”
Poli : “Mmmhm Papa (sambil mengantuk). Ada apa? “
Pak Awan : “Loh, kok balik tanya. Kamu teriak-teriak nama koruptor yang ada di televisi kemarin, jadi Papa penasaran. Coba kamu bercerita masalah kamu, barangkali Papa bisa bantu, Nak.”
Poli : “Oh begitu. Maaf kalau teriakan Poli sudah mengganggu seisi rumah, Pa. Baiklah, aku akan menceritakan masalah mimpiku barusan.”

[Juara 2] Aldo Tripolyta – Papa Bukan Koruptor, Nak (Fakultas Teknik Elektro – S1 Teknik Telekomunikasi)

(Terlambat = Korupsi)

 

Disebuah aula pertemuan di SMA Bakti 6 diadakan sebuah acara dimana acara ini adalah acara peringatan hari guru, diruangan tersebut diisi oleh seluruh guru dan murid dari kelas IV-IX. Acara berjalan dengan lancar dan tiba lah saat yang dinanti-nanti yaitu pembagian konsumsi para murid sudah mulai riuh karena sudah tidak sabar memperoleh konsumsinya masing-masing. Para panitia bagian konsumsi mulai membagikan makanan. Cara pembagian konsumsi ini adalah saling mengover dari yang duduk paling ujung mengover lagi ke yang paling ujung agar pembagiannya tidak menghabiskan banyak waktu. Rino dan kawan-kawannya sudah sangat tidak sabar menanti konsumsi ini.

Rino : Yaelahhh lama banget sih ngover makanan doang (dengan raut wajah kesal sambil mengelus-elus perutnya)
Sita : Sabar atuh No bentar lagi juga giliran kita(tersenyum sambil melihat-lihat suasana pembagian makanan)
Rangga : Lapar banget ( raut wajah sedih)
Tibalah pengoveran makanan pada barisan tempat duduk mereka.

[Juara 1] Hermila Panda – Terlambat = Korupsi (Fakultas Komunikasi Bisnis – S1 Ilmu Komunikasi)

F. Puisi

Secercah Angan

 

Inilah tanah airku, Indonesia
Masih menyimpan kebiasaan hina yang tak kunjung sirna
Seakan menjadi budaya para pencuri berdasi di jabatan tinggi
Duduk di Kursi emas dengan kaki terangkat
Ratapan rakyatnya seakan hembusan angin lalu

Apa yang ada di benak kalian dulu hingga kini?
yang membuat kalian tak pernah tamat untuk korupsi
Kemana ikrar manismu dahulu?
yang membuat kami tertawan untuk memilihmu

[Finalis] Evan Grenald Gidyon Philip N – Secercah Angan (Fakultas Teknik Elektro – S1 Teknik Elektro)

Jagal Undang-Undang

 

Mereka bilang, aku tikus rakus
Berkeliaran bebas di tengah pematang kemiskinan

Mereka bilang, aku jalang jalanan
Bertebaran tanpa sandang di lautan kelaparan

Mereka bilang, aku sampah tanpa pembuangan
Menjalar kemana saja di batas kesejahteraan

[Finalis] Lintang Budiyanti Prameswari – Jagal Undang-Undang (Fakultas Komunikasi Bisnis – S1 Ilmu Komunikasi)

Kepada Negeri yang Menikmati Hujan

 

Hanya tidak beres yang selalu beres
Boros dan selalu keos
Meretas dana, memutar balikkan fakta
Bangga mengenakan baju senja

Lihatlah kami, pucat pasi tak bisa mati
Entahlah, tapi biarlah
Sudah masuk kedalam nadi dan hati

[Juara 3] Burhan Hendra Himawan – Kepada Negeri yang Menikmati Hujan (Fakultas Rekayasa Industri – S1 Teknik Industri)

PEMUDA TANPA SUARA

 

Di tanah air ini ku dibesarkan
Dengan terpaan arus ketidakadilan
Ada yang lemah nan tak berkawan
Ada pula yang berkuasa nan tak berkebangsaan

Aku senada dengan para punggawa yang tak dapat bicara
Yang hanya berteriak tanpa bersuara
Ku diredam oleh beragam nestapa
Dan tenggelam dalam kebisingan kata “sejahtera”

[Juara 2] Lintang Budiyanti Prameswari – Pemuda Tanpa Suara (Fakultas Komunikasi Bisnis – S1 Ilmu Komunikasi)

Ode Untuk Koruptor

 

Ini tentang hikayat sebuah negeri timur jauh,
tentang rumah di mana keadilan enggan berlabuh, menjelang subuh,
Adalah si kecil, yang menunggu ratu adil;
di setiap pesta demokrasi, lima tahun sekali.

Ini tentang hikayat sebuah negeri di mana harapan dikubur hidup-hidup dalam sebuah janji,
di atas sebuah kitab suci, di hadapan Ibu Pertiwi,
Di mana setiap janji digadaikan pada pundi-pundi rupiah, yang mereka anggap upah, tak lebih dari seonggok sampah.

[Juara 1] Dinda Tiara Putri – Ode untuk Koruptor (Fakultas Ekonomi Bisnis – S1 Akuntansi)

5 January 2017

0 responses on "Karya Propaganda AntiKorupsi Non Video Tahun 2015"

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top
© CTLE Telkom University. All rights reserved.
X